IA DATANG LAGI..

| Saturday, May 16, 2009 | |



begitu cepat masa berlalu
membawa bersama khazanah
memori yang terindah
tak dapat ku ungkapkan kata
"pergilah kau wahai kenangan".


aku berteleku sendirian
menongkat dagu merenung ke atas
ku lihat bintang berselerakkan
ku pandang rembulan yang samar-samar terangnya
aku bertanya pada diri
kenapakah aku terlalu merinduinya...


adakalanya aku tidak kenal siapa aku sebenarnya
perasaan ini menidakkan kehendak naluri
tapi keperluan jiwa sering mengekoriku
ahh...sampai bilakah semua ini akan berakhir?


tika ini aku terbayangkan wajahmu
saat ini aku terkenangkan senyumanmu
ku akui masa bersama kita tidak selalu
ku restui bila mana kita
tak mungkin akan menyatu.


aku tidak dapat membohongi diri ini
umum menyedari kemampuanku
untuk berpura-pura
tapi hakikatnya...
aku menderita mempertahankannya.


kamu...
terlalu banyak impak yang diberikan
sedari di awal pertemuan rasa ini telah wujud
dirimu amat ku sayangi
dirimu sangat ku rindui
setiap masa tiap detik
ahh...rasa ini sangat menyakitkanku...


kamu pandanglah ke luar jendela hati
lihatlah air mata yang mengalir di pipi
genggamlah titisan itu dengan erat
jika dapat mu peluk setitis daripadanya
itulah tanda ingatanmu padaku
dan titisan lain yang kamu biarkan berlalu
itulah rinduku padamu
itulah sayangku padamu.


mungkin jodoh milik kita
mungkin juga tidak sama sekali
untuk mendapatkanmu teramatlah sukar
banyak halangan di tepian perjalanan
lantaran tuntutan hidup yang berbeda.


namun izinkanlah aku menakluk rasa ini
untuk ku meneruskan langkahku
menuju ke alam yang abadi.


senyumanmu penawar dukaku
aku akan tetap aku
menyayangimu hingga
hembusan nafasku yang terakhir...



****************


di dalam kesayuan neh, ifin sering melemparkan pandangan ke dimensi lain. merenung jaoh ke suatu sudut yang tidak berpenghuni. mencari kekuatan diri. mencari ranting kayu untuk dijadikan sandaran kepada hati. mencari kepulan awan untuk menyaluti jiwa yang semakin kedinginan. mencari wangian untuk menghiasi nurani ifin yang ketandusan sesuatu.

di dalam keheningan begini, pasti terdetik di hati ifin...kenapa ifin berperasaan begitu? mengapa hati ifin sakit bila kelibatnya melintasi ruang sanubari? bukan sakit yang nyata. sakit yang diperhalusi dengan kenikmatan & kepuasan. ahh...untuk apa ifin merinduinya? untuk apa ifin menyayanginya? tiada pulangan yang lumayan, malah hati neh makin dihenyak-henyak tanpa waras yang sedar.

keserabotan tuh amat menyesakkan jiwa. ahh...peduli apa ifin dengan persoalan demi persoalan yang bertandang! biarlah rasa itu menjalar di setiap sudut tubuh. biarkan saja ia menjadi hamparan yang menghangatkan setiap inci jiwa. dan biarkan ifin bersendirian dalam meniti sisa-sisa kehidupan dengan menyayanginya sepenuh hati...

sedang lalok menyelubungi diri, ifin terdengar sebuah lagu. nyanyian rossa & pasha. terlanjur cinta. macam kena. memang tepat pada masanya dalam khayal ifin melayan rasa neh. memang mengasyikkan sesekali jadi mat jiwang, keh3...



TERLANJUR CINTA

waktu bergulir lambat
merantai langkah perjalanan kita
berjuta cerita terukir dalam
menjadi sebuah dilema
mengertikah engkau
perasaanku tak terhapuskan.


malam menangis
tetes embun membasahi mata hatiku
mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh
apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan.


aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku


aku pun tak mengerti yang terjadi
apa salah dan kurang ku padamu
kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cinta


mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh
apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan


aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan
kau pertanyakan cintaku


kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta,
karna sekali cinta,
aku tetap cinta.



****************

walau apa yang terjadi,
ifin tetap ifin.


****************



ku bayangkan kenikmatan.
kepuasan yang ku dambakan.
jiwaku hidup kembali.

1 comments:

cik arie Says:
May 17, 2009 at 5:32 PM

da lame x rase cam nih..

jiwa kosong..huhu

Related Posts with Thumbnails